PERANG JOMBOR 1948 - 1949 SEJARAH MAKAM PAHLAWAN TAK DIKENAL

Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa barat

Perang Jombor Terjadi pada Tahun 1948 - 1949

Awal Cerita :

    Pak Tulis Asmar (Sekretaris Desa saat itu) mau laporan ke Kantor Camat bahwa nanti malam mau mengadakan perjalanan Jauh menuju Desa Ciwaru - Kuningan, Dengan Tujuan mau mengundang tentara Hisbullah untuk Jaga-jaga dihajatan Wa' Kitri dalam rangka mau menikahkan Anaknya Kuwu Arsadi (Mantan Kepala Desa saat Itu) dengan ibu Suwari, kebetulan sudah ada rencana di hari berikutnya, pasukan Hisbullah sebelum ke Indramayu mau dijamu sehari semalam di Desa Buyut di Hajata Wakitri Tersebut.

    Tidak disangka ada orang yang berkhianat dibalik rencana tersebut, secara diam-diam dilaporkan ke markas Belanda yang berada di Celancang.

    Keesokan harinya begitu pasukan Hisbullah tiba di Desa Buyut, tidak lama kemudian Belanda langsung Lari ke utara menuju Pinggiran Sawah.

    Rombongan Kedua, Tentara Belanda diturunkan di depan Balai Desa Buyut, langsung lari ke Utara mendekat orang hajatan.

    Rombongan Ketiga, diturunkan di Desa Buyut Kulon (Bagian Barat). Tentara Belanda langsung Lari ke Utara dan tiarap di Pematang Sawah, yang akhirnuya pasukan Hisbullah sedah di Leter U.

    Tidak Lama kemudiain tentara Belanda melepaskan Tembakan ke udara, "Dor... Dorr..." suara Tembakan Pertama terdengar dari arah sawah dan di susul arah tembakan Berikutnya, "Dor... Dor..." terdengar dari arah Selatan. Sehingga dengan spontan pasukan Hisbullah kaget dan lari berhamburan, sehingga ada yang lari ke Utara bersembunyi di Gumuk, sebagian ada yang lari ke Barat bersembunyi di sawah Jombor dan tidak sempat lari, mereka menyelinap di orang Hajatan dengan Pura-pura jadi Nagaya (Pemain Gamelan) sambil menabuh Gamelan, dengan senjata yang di sembunyikan di bawah tikar.

    Di gumuk terjadi tembak-menembak antara tentara Belanda dengan Pasukan Hisbullah. Tentara Belanda yang gugur langsung dibawa pulang ke Negaranya.

    Dengan gagah berani Pimpinan pasukan Hisbullah yang di Pimpin oleh Bapak Haji Mu'in dengan semangat mengibarkan bendera Merah Putih sambil Berteriak "Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar".

    Pasukan Hisbullah yang Lari ke Barat dan bersembunyi di Sawah Jombor juga pula pertempuran Sengit pada jam 10 yang berlangsung selama setengah jam, banyak tentara Belanda yang berguguran di Medan Perang.

    Setelah Pertempuran mereda, tentara Hisbullah yang Gugur di Medan Perang ada 7 Orang, 1 Berasal dari bandung, 1 berasal dari Kuningan, 2 Syuhada itu di Pulangkan ke daerah asalnya, sedangkan 5 pejuang tak dikenal kemudian di makamkan di Pemakaman Umum Mayakerti  Desa Buyut, Sampai Sekarang dinamakan 5 Pahlawan tak di Kenal.

    Jendral Akhmadi waktu itu ikut berkecimpung dalam Perang Jombor membuat perayaan, tahun 1970 an, Makam Pahlawan tiap tahunnya dirayakan dengan Meriah tepatnya pada tanggal 17 Agustus.

    dan pada Tahun 1975 Jendral Ahmadi Memberikan Kenang-kenangan kepada pemerintah Desa Buyut berupa 100 Bibit Pohon Kelapa. 25 Bibit Pohon Kelapa di Minta Pemerintah Desa Mayung (Tetangga Desa Buyut) dan 75 Bibit Pohon Kelapa ditanam sepanjang Pinggiran jalan Desa Buyut menuju makam Pahlawan yang Kemudian Jalan tersebut sampai sekarang dinamakan JALAN REVOLUSI.

TAMAT

Sumber Cerita : dari Bapak Kuwu Arsadi bin H. Husen pada tanggal 17 Agustus 1985. disusun kembali oleh : Oman Abdurrokhman bin Maskun bin Arwah, pada tanggal 7 Agustus 2024

Cirebon, 17 Agustus 2024

Disampaikan oleh Bapak Kuwu WANDI

Posting Komentar

0 Komentar